Anggota Komisi E DPRD Jatim Dorong Pendidikan Seks Masuk Kurikulum Sekolah Menengah

Berandakota.com, Surabaya – Maraknya pernikahan anak di bawah umur mendapat sorotan anggota komisi E DPRD Jawa Timur Mochamad Eksan. Baru-baru ini pihaknya dikejutkan peristiwa di Tulungagung, siswa kelas 2 SMP dihamili pacarnya siswa kelas 5 SD.

“Peristiwa di Tulungagung benar-benar memprihatinkan kita semua,” kata Eksan, Rabu (24/5/2018).

Menurut mantan komisioner KPUD Jember ini, pernikahan anak di bawah umur sudah menjadi perhatian pemerintah. Ini bagian ikhtiar dari pemerintah untuk menjaga ketahanan keluarga dan mutu generasi berikutnya. Terlebih pernikahan dini disinyalir sangat rentan perceraian, serta rendahnya mutu generasi yang dilahirkan.

Karenanya, pihaknya akan mendorong pendidikan seks masuk dalam kurikurum sekolah menengah. Dengan pendidikan seks siswa diberi pemahaman proses reproduksi yang sehat, sehingga mereka memiliki kesadaran tidak melakukan seks di luar nikah.

“Pendidikan seks bukan hal yang tabu. Di pesantren, santri usia sekolah menengah sudah mengaji qurratul uyyun,” ujar Eksan.

Selain itu, Eksan menambakan, pemerintah harus lebih ketat lagi dalam memfilter dan memprotect konten-konten pornografi dan pornoaksi di media-media online. (Is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *