Dinilai Tak Cocok Administrasi, Jaksa Kembalikan Berkasa 5,3 Juta Pil PCC

Berandakota.com, Sidoarjo – Penyerahan berkas tahap dua kasus hasil tangkapan 5,3 juta pil jenis Paracetamol, Caffein dan Corisoprodol (PCC), Somadrik dan Dextromethorphan (DMP) dikembalikan. Penyidik Kepolisian Negeri Sidoarjo menilai tidak ada kecocokan administrasi dalam berkas barang bukti.

Hal itu disampaikan Kasie Pidana Umum Kejari Sidoarjo,  I Wayan Sumertayasa. Pihaknya membenarkan adanya penyerahan tahap dua yang dilakukan Penyidik Polresta Sidoarjo ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kamis, 15 Maret 2018 pagi. Namun, penyerahan barang bukti dan tersangka terpaksa dikembalikan untuk dilengkapi.

“Iya benar, tadi ada penyerahan tahap dua. Tapi belum bisa kita terima hari ini. Karena masih ada yang kurang,” ungkap Wayan melalui ponselnya.

Lebih lanjut dia menerangkan adanya pengembalian berkas tahap dua tersebut lantaran adanya ketidakcocokan berkas barang bukti yang diserahkan. Sehingga pihaknya memberikan waktu kepada penyidik Polresta Sidoarjo untuk melengkapi berkas tersebut.

“Tidak cocok mas. Ada yang kurang cocok didalam berkas barang bukti. Seperti, barang bukti hasil sitaan yang disisihkan dengan barang bukti yang dimusnahkan beberapa waktu lalu. Jadi, terpaksa kami kembalikan. Kami beri waktu untuk melengkapinya. Mungkin Minggu depan bisa selesai,” terangnya.

Awal Maret lalu, Polresta Sidoarjo melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan pil PCC, Somadril dan Dextromethorphan (DMP) dihalaman Mapolsek Wonoayu, (1/3/2018). Pemusnahan dilakukan dengan mesin penggiling.

Menurut Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji, pemusnahan itu bisa dilakukan setelah adanya hasil laboratorium Forensik yang menyatakan barang bukti tersebut positif mengandung PCC, Somadril dan Dextromethorphan (DMP). Sebanyak 5,3 juta Pil hasil tangkapan didesa Sawocangkring Wonoayu, Sidoarjo tersebut berhasil diamankan pada pertengahan Januari lalu.

“Hasilnya positif. Sehingga hari ini bisa dilakukan pemusnahan terhadap barang bukti tersebut. Ada sebagian yang kita serahkan untuk dilakukan uji labfor. Sisanya kami musnahkan. Sedangkan barang yang kita serahkan ke labfor akan dijadikan bahan untuk persidangan nanti,” tegas Himawan. Sya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *