JCI Inisiatif Tingkatkan Kerjasama Melalui Pertukaran Kebudayaan

Berandakota.com, Sidoarjo  – Dalam rangka memperingati kerja sama antara pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang ke 60, Junior Chamber International (JCI) Jepang dan JCI Indonesia berinisiatif meningkatkan kerjasama dilevel kelembagaan dan individual (person to person) melalui program pertukaran kebudayaan antara pemuda Indonesia dan jepang.

Sejumlah anggota JCI dari Jawa Timur melakukan kunjungan kenegaraan 24 Mei – 1 Juni 2018. JCI East Java menghadiri Asia Pasific Conference Junior Chamber International (JCI) di Kota Kagoshima, Jepang yang berlangsung dari 24 – 27 Mei 2018 dan dihadiri lebih dari delapan ribu orang perwakilan JCI dari masing – masing negara di Kawasan Asia Pasifik dan benua lainnya.

Setelah dari Kota Kagoshima, mereka juga menghadiri rangkaian kegiatan di Kota Akita, Jepang. “Delegasi JCI East Java yang berjumlah 11 orang, semua adalah pemuda-pemuda berbakat dan memiliki keahlian di bidang masing-masing,” terang National Secretary General Junior Chamber International (JCI), Felix Soesanto, Selasa, 5 Juni 2018.

Dalam program ini, JCI Jepang khusus mengundang perwakilan Pemuda, Pengusaha, Profesional untuk datang ke Jepang  dan mengikuti program cultur exchange, bisnis matching & networking.

“Pada event ini dihadiri juga oleh pemerintah setempat, pengurus dan anggota JCI Jepang, serta perwakilan pemuda, entrepreneur dan profesional muda jepang,” jelas Felix yang juga Wakil Bendahara HIPMI Jawa Timur ini.

Sementara salah satu delegasi JCI East Java, Cici Esti Nalurani,  menceritakan manfaat dan pengalamannya mengikuti Asia Pasific Conference JCI di Jepang tersebut. Ia semakin memahami bahwa Indonesia merupakan Negara yang sangat menjadi perhatian dunia. “Apalagi dengan Jepang, dimana antara indonesia dan Jepang banyak memiliki kesamaan baik makanan, jajanan, maupun sopan santun nya,” tambahnya.

Di kota Akita misalnya, delegasi mendapat informasi dari JCI Japan yang concern dengan berkurangnya secara drastis para penduduk usia produktif karena lebih memilih hidup di kota dan anak muda disana tidak ada yang mau meneruskan usaha agrikulturnya.

“Padahal di Akita itu adalah daerah penghasil beras tertinggi nomer 3 di jepang. Hampir mirip dengan Jawa Timur, penghasil beras tertinggi, maka informasi seperti di Akita itu bisa saja terjadi di Jawa Timur jika tidak segera kita antisipasi sejak dini,” ceritanya.

Selain mendapatkan banyak informasi antar Negara, Cici juga sempat berbincang dengan Endo LP Akita dan pemilik hypermarket terbesar di akita, Ryu Fuji. Dari pertemuan tersebut, JCI bisa masuk lewat pendidikan,  entrepreneurship dan agrikultur yg di padukan dengan industri pariwisata dan bisa dikembangkan di Jawa Timur ke depan.

JCI merupakan Mitra Kerja Perserikatan Bangsa – Bangsa yang sudah berdiri sejak 103 tahun silam dan menjadi organisasi kepemudaan tertua di dunia. Setiap tahun JCI mengadakan Asia Pasific Conference untuk kawasan Asia-Pasific. Di Indonesia, JCI sudah dikenalkan sejak 46 tahun silam dan JCI East Java sendiri telah berafiliasi sejak tahun 2015. SH11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *