Kelompok Cipayung Minta Timsel Bawaslu Jatim Jaga Netralitas

Berandakota.com, Surabaya – Proses penambahan anggota Bawaslu Jawa Timur mendapat perhatian khusus dari kelompok Cipayung. Mereka adalah PMII dan GMNI. Mereka meminta tim seleksi menjaga independensi dan netralitasnya.

Ketua PKC PMII Jatim Zainudin mengatakan, timsel harus memperhatikan dua hal atas 28 nama yang saat ini masuk pada tahapan tes wawancara. Pertama, apakah mereka pernah terlibat aktif atau masih menjadi kader salah satu partai politik tertentu. Kedua, apakah mereka terlibat persoalan hukum.

“Hal ini perlu dilakukan oleh tim seleksi untuk menjaga agar nantinya Bawaslu dapat bekerja secara maksimal dan terlepas dari intervensi partai politik manapun,” tegas Zainudin, Rabu (30/5/2018).

Sementara, ketua DPD GMNI Jatim M Ageng Dendi Setiawan mengatakan, tambahan anggota Bawaslu Jatim harus diisi oleh orang yang kompeten. Mereka tidak pernah cacat hukum dan tidak menjadi simpatisan partai politik.

“PMII dan GMNI sudah komitmen untuk mengawal rekrutmen anggota Bawaslu Jatim. Kita mau kursi Bawaslu Jatim tidak diisi oleh orang-orang partai atau pernah terlibat masalah hukum,” tegasnya.

Selanjutnya, bila ditemukan ada peserta yang cacat hukum dan terbukti pernah aktif di kepengurusan partai, maka PMII dan GMNI akan melakukan penuntutan terhadap kinerja Timsel.

Ada 4 penambahan anggota Bawaslu Jatim, sehingga anggota Bawaslu Jatim nantinya berjumlah 7 orang. (*/rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *