Langkah Pelaku Curanmor Bersenpi Terhenti Di Sidoarjo

Berandakota.com, Sidoarjo – Langkah aksi kejahatan pelaku Pencurian Bermotor ( Curanmor ) bersenjata api ( Senpi ) akhirnya terhenti setelah diringkus Polresta Sidoarjo. Dalam kurun waktu satu bulan pemburuan Polisi berhasil meringkus Shohibul Kahfi 21 tahun.

Pemuda asal Kecamatan Tanah Merah Bangkalan Madura ini ditangkap saat hendak mencuri sepeda motor Honda Beat dengan Nopol W 5290 WW milik Moch. Aris Firmanda 23 tahun asal desa Sambibulu kecamatan Taman Sidoarjo, pada Jumat, 16 Februari 2018. Bersama itu polisi juga berhasil mengamankan sepucuk senjata api (senpi) jenis revolver dengan enam butir peluru kaliber 38 mm yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.

“ Jadi, sewaktu dia tertangkap warga atau dalam keadaan tertentu bisa memanfaatkan senjata tersebut. Ini senpi rakitan yang diperoleh dari temannya di Madura,” ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji, Jumat, 16/3/2018.

Himawan mengatakan pelaku ini cukup meresahkan warga Sidoarjo, dan sudah melakukan aksinya di beberapa TKP ( Tempat Kejadian Perkara ) di Sidoarjo. Bahkan pelaku ini juga melakukan pencurian sepeda motor ini dibeberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. seperti Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo kemudian dijual ke Madura.

“ Di Sidoarjo dua kali, yakni di Taman dan Pasar Gedangan. Di Gresik sekali, dan di Bangkalan sebanyak tiga kali,” ungkap Himawan.

Dalam aksinya Shohibul tidak sendiri, dia bersama temana Fathur Rozy 21 tahun, Langkah pemuda asal Desa Suwaan, Kecamatan Modung, Bangkalan terhenti
pada Kamis, 1 Maret 2018 lalu, setelah berhasil membawa kabur sepeda motor honda Beat dengan nopol W 2380 VW milik Achmad Syarif Ridho dihalaman rumahnya di Jalan Taruna Gang Masjid desa Wage, Kecamatan Taman Sidoarjo.

“ Pelaku sempat dikejar oleh paman korban, yakni Imam Subeki. Setelah sampai di kawasan desa Bohar, Paman Korban langsung menghentikan aksi pelaku dan meminta tolong kepada warga setempat untuk menangkap pelaku,” terang perwira dengan tiga melati dipundak ini.

Pelaku yang sudah dibawa ke rumah Kepala Desa Bohar, langsung dilakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan senjata api jenis Revolver beserta 6 buah amunisi yang diselipkan di pinggang pemuda 21 tahun ini.

Untung menuntaskan kasus ini, Polisi tidak berhenti di Fathur Rozy, Polresta Sidoarjo masih memburu salah satu kawanan begel ber-Senpi ini. Dia adalah Lihin 20 tahun asal Tanah Merah Bangkalan Madura dan Suminto (30) asal desa Banjar Kecamatan Galis, Bangkalan. Dia berhasil kabur saat mengetahui warga berdatangan mengamankan pelaku. Kini, dia ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“ Peran dia ( Lihin ) membantu mengawasi tersangka saat mengambil motor korban,” jelas Himawan.

Dan kini polisi tengah mendalami kasus begal ber-Senpi ini “ Masih kami dalami, apakah mereka ini sindikat atau bukan. Karena dari keterangan tersangka mereka sama-sama tidak kenal,”ungkap Himawan.

“ Dan untuk sementara ubu kami masih fokus mengejar DPO, dan mendalami kepemilikan senjata ini,” tambahnya.

Sementara dihadapan polisi, tersangka Fathur Rozy mengaku membeli senpi rakitan dari seorang temannya Sayudi asal Kecamatan Galis, Madura seharga 8 juta rupiah. Namun hingga kini tersangka belum sempat membayarnya. “ Beli dari seorang teman di Madura. Tapi belum saya bayar,” ungkapnya singkat.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka terancam pasal berlapis yakni pasal 363 tentang curanmor. Dan pasal 1 ayat 1 UURI Nomor 12 tahun 1951 tentang Undang-Undang Darurat. SH11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *