Merasa Ditipu, Warga Demo PT Kaha Global Group

Berandakota.com, Gresik – Puluhan warga Gresik berunjuk rasa di depan kantor PT Kaha Global Group (KGG) di jalan Bulurejo, Benjeng, Gresik, Kamis (24/5/2018). Warga menuntut pengembalian uang yang sudah dibayarkan kepada PT KGG untuk pembelian kavling sebagai investasi. Direktur PT KGG Muis al Fadhi diduga melakukan penipuan.

“Kami sekeluarga sudah habis Rp 350 juta , bahkan kita kalkulasikan semua korban lebih dari Rp 1,5 Milyar, tapi hingga saat ini tidak pernah terealisasi, bahkan hanya janji-janji saja. Padahal sudah setahun lebih,” ujar Sujianto, Koordinator Paguyuban Solidaritas Korban Kavling Hijau.

Selain menuntut pengembalian uang yang sudah disetorkan, warga menuntut izin usaha PT KGG dicabut, dan meminta kepolisian segera menangkap Muis al Fadhi.

“Putusan perdata sudah keluar, mereka tetap tidak membayar sesuai jatuh tempo putusan, sekarang masih proses di Polres Gresik,” tambahnya disela-sela aksi demonstrasi.

Di sisi lain, Kuasa hukum PT KGG, Wagiman Somodimedjo membantah tuduhan warga. Sebelumnya, pihaknya mengundang seluruh user untuk memperjelas status. Karena lahan yang dijadikan kavling ternyata lahan hijau yang tidak bisa dijadikan hunian. Lahan itu termasuk Lahan Pangan Pertanian Berkesinambungan (LP2B).

“Kami sudah mengundang user (pembeli) dengan jadwal setiap hari 7 user guna memperjelas apakah bersedia pindah lahan atau pengembalian uang,” katanya.

Namun Dita Aditya SH, salah satu tim Kuasa Hukum Paguyuban Solidaritas Korban Kavling Hijau mengatakan bahwa PT KGG membuat alasan yang mengada-ada, karena pemanggilan user untuk pengembalian uang secara penuh atau tukar lahan tersebut baru dilakukan sehari sebelum aksi demonstrasi.

Selain itu, menurutnya LP2B hanya alasan belaka, sebab banyak para pemilik tanah yang dibeli oleh PT KGG hanya berupa down payment saja, tidak dibayarkan secara lunas.

“Bisa dicek pada register pengadilan negeri Gresik, ada gugatan oleh pemilik tanah yang tidak dibayar lunas, tapi tanah sudah laku dijual oleh PT KGG. Apa itu bukan tipu-tipu?,” sambungnya.

Dalam aksi itu massa tidak berhasil menemui Muis al Fadhi. Sebelum bubar massa mengatakan akan melakukan aksi yang lebih besar. (*/Rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *