Pelimpahan Tahap II Berkas 5,3 Juta Pil PCC Kembali Diserahkan Ke Kejaksaan

Berandakota.com, Sidoarjo – Lantaran dinilai tidak ada kecocokan dalam adminitrasi penyerahan berkas tahap dua kasus hasil tangkapan 5,3 juta pil jenis Paracetamol, Caffein dan Corisoprodol (PCC), Somadrik dan Dextromethorphan (DMP) ini sempet dikembalikan ke Penyidik Kepolisian oleh Kejaksaan Sidoarjo.

Tidak berselang lama, Reserse Narkoba Polresta Sidoarjo langsung melengkapi berkas sesuai dengan petunjuk Kejaksaan. Kamis 15/3/2018 petang kemaren berkas tersangka Imam 52 tahun asal Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur kembali diserahkan ke Kejaksaan.

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto menerangkan, Meski sebelumnya sempat di tolak oleh penyidik kejaksaan negeri Sidoarjo, kini berkas tahap dua tersebut sudah dikembalikan lagi ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

“ Hanya persoalan administrasi. Ada yang salah dengan tulisan. Tinggal dibetulkan dan dicetak lagi. Sekarang sudah diserahkan ke kejaksaan lagi. Jadi, enggak perlu nunggu seminggu untuk dilengkapi,” ungkap Sugeng Purwanto jumat, 16/3/2018.

Hal tersebut, lanjut Sugeng, merupakan sebuah komitmen dan keseriusan pihak Kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di Sidoarjo dengan melakukan langkah cepat melengkapi berkas-berkas tersangka untuk segera diadili.

Menurut Sugeng, Reskoba Polresta Sidoarjo mengidentifikasi adanya jaringan baru terkait pengungkapan kasus Pil PCC sebanyak 5,3 juta pil di Sidoarjo. Menurutnya, temuan obat-obatan berbahaya dalam skala besar tersebut sangat dimungkinkan melibatkan orang banyak. Seperti yang diketahui bahwa pengungkapan jutaan pil di Sidoarjo merupakan rentetan pengungkapan kasus jaringan Narkoba yang berhasil dibekuk di Mabes Polri.

“Tersangka hanya bilang kerjasama dengan Budi. Sedangkan Budi sudah ditangkap lebih dulu oleh Mabes Polri. Ini tantangan buat kami untuk mengungkap jaringan yang ada di Sidoarjo,” ungkap perwira dua melati di pundak tersebut.

Bukan tanpa alasan, menurut Sugeng barang bukti yang berhasil ditemukan dirumah tinggal tersangka terhitung berskala besar. Sehingga adanya kemungkinan jaringan yang lain sangat besar.

“ Lihat saja barang buktinya. Itu banyak sekali mas. Enggak mungkin dia bekerja sendiri disini. (Sidoarjo). Mudah-mudahan hal ini bisa terungkap,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga masyarakat agar tetap waspada dalam jaringan peredaran narkoba di Sidoarjo. Pihaknya meminta agar warga masyarakat segera melapor jika ada kecurigaan-kecurigaan yang muncul di masyarakat. SH11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *