Rektor Unair Minta Civitas Akademi Unair Terlibat Aktif Menghadapi Aksi Terorisme

Menanggapi aksi teror bom di Surabaya, pimpinan Universitas Airlangga menggelar pertemuan di ruang Sidang Pleno, kampus C Unair, Senin (14/5/2018).

Rektor Unair Prof Nasih mengimbau kepada seluruh pimpinan yang hadir untuk terlibat aktif dan responsif dengan insiden yang baru saja terjadi di Surabaya. Pasalnya, insiden teror bom yang terjadi juga berdampak buruk bagi Unair.

“Ini tentu sangat berdampak pada program internasionalisasi yang terus kita lakukan. Mahasiswa asing yang akan ke Unair dan Surabaya ini kan jadi berfikir ulang,” kata Prof Nasih.

Selian itu, mengenai dampak buruk lainnya seperti trauma yang terjadi di keluarga korban, Prof Nasih menegaskan bahwa untuk menolong keluarga korban yang trauma dengan insiden teror bom, Unair melalui Fakultas Psikologi telah melakukan trauma healing. Puluhan dosen di lingkungan Fakultas Psikologi telah dilibatkan untuk melakukan trauma healing bagi keluarga korban

“Pasca kejadian, pihak ahli dari fakultas psikologi langsung tanggap untuk melakukan trauma healing bagi keluarga korban. Layanan sendiri dilakukan di RS Bhayangkara dan juga on call, bisa dipanggil,” ujarnya.

Selanjutnya, mengenai cara untuk mengembalikan situasi Kota Surabaya yang aman dan kondusif, Prof Nasih juga memberikan instruksi kepada para civitas dari berbagai lintas keilmuan untuk melakukan beberapa kajian untuk kemudian diapliksikan.

“Unair harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kota yang aman dan nyaman untuk ditinggali,” ucapnya.

Aksi teror bom terjadi di 3 gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan kantor Polrestasbes Surabaya pada Senin (14/5/2018). (*/nn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *