Berandakota, Jakarta — Hendratmo Ali, pemuda kelahiran Gorontalo 6 Desember 1997, kembali menapaki panggung Indonesian Idol 2025 dengan hati yang penuh harapan, Selasa (25/11).
Tahun ini bukan sekadar tahun audisi biasa baginya — ini adalah usia terakhir yang memperbolehkan ia mengikuti Indonesian Idol, menjadikannya momentum yang benar-benar menentukan dalam perjalanan hidupnya.
Keputusan berangkat ke Makassar untuk mengikuti audisi bukan hanya tentang membuktikan suara. Bagi Hendratmo, ini adalah langkah besar untuk menjajaki kemampuan yang ia bangun sejak kecil, perjalanan yang ditemani cinta keluarga sejak ia masih kecil.
Sejak umur 10 tahun, Hendratmo selalu menonton Indonesian Idol bersama bapak dan ibunya. Ia masih mengingat satu kalimat yang hingga saat ini menjadi pegangan hidupnya. Dengan suara lembut penuh kasih, ibunya pernah berkata:
“Nanti suatu saat Apek akan ada di Ibu Kota Jakarta untuk ikut audisi Indonesian Idol”.
Apek adalah panggilan sayang ibunya — sebuah panggilan yang kini menjadi sumber kekuatan batin setiap kali Hendratmo melangkah ke depan. Meski sang ibu telah tiada, doa dan kata-kata itu tetap hidup, menjadi cahaya yang menuntun langkahnya hingga hari ini.
Di balik keberangkatan ke Makassar, tersimpan dukungan penuh cinta. Keluarga yang yakin pada bakatnya bahkan mengumpulkan donasi agar Hendratmo bisa berangkat audisi, diikuti teman-teman, kerabat, dan orang-orang yang selalu memberikan bantuan, semangat, dan kepercayaan.
Perjuangannya pun tidak mudah. Tekanan panjang, mental yang diuji, hingga rasa lapar saat menunggu giliran audisi — semuanya membentuk titik balik dalam perjalanan Hendratmo. Namun ia bersyukur, semua proses di Makassar berjalan lancar, dan setiap langkah terasa bermakna.
Di dalam hatinya, ia juga membawa satu kalimat yang selalu menguatkan:
“Hidup yang tidak diperjuangkan tidak akan pernah dimenangkan.” — Najwa Shihab
Kata-kata itu menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa mimpi besar membutuhkan perjuangan besar.
Kini, dengan dukungan keluarga, teman-teman, kerabat, serta doa Almarhum Ibunya yang tak pernah padam, Hendratmo melangkah dengan harapan yang ia titipkan dalam satu doa:
“Semoga saya dimudahkan dalam setiap babak audisi dan bisa memberikan yang terbaik dalam setiap penampilan.”
Perjalanan Hendratmo adalah kisah tentang cinta keluarga, tekad yang tidak padam, dan mimpi seorang anak yang ingin membuktikan bahwa doa Ibu selalu menemukan jalannya. (Fjr)