GFB Kembali Sambangi Keluarga Korban Tragedi Drag Race Upai, Bawa Dukungan di Tengah Duka

0 26

Berandakota Kotamobagu — Luka akibat tragedi Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, masih terasa bagi keluarga yang kehilangan orang terkasih. Di tengah suasana duka tersebut, kepedulian terus datang dari berbagai pihak, salah satunya Gofal Fauzan Bonde (GFB).

Pada Rabu (12/8/2026), GFB kembali menyambangi sejumlah rumah keluarga korban. Bukan sekadar membawa santunan, kedatangannya menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga yang sedang menjalani masa berkabung.

Salah satu rumah duka yang dikunjungi adalah keluarga almarhum Ali Yoyang di Desa Bilalang Tiga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. GFB menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga serta menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang telah merenggut nyawa orang-orang terkasih.

Dari Bilalang Tiga, GFB kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah duka Nilawaty Mokodongan di Desa Pontodon.

Di setiap rumah duka, GFB memilih untuk tidak sekadar datang, menyerahkan bantuan, lalu pergi. Ia meluangkan waktu duduk bersama keluarga, mendengarkan, menyampaikan rasa kehilangan, serta memberikan penguatan agar mereka tetap tabah menghadapi kenyataan pahit yang terjadi.

Bukan Sekadar Santunan

Bagi keluarga yang kehilangan, tentu tidak ada santunan yang mampu menggantikan sosok yang telah pergi. Tidak ada bantuan yang dapat menghapus kesedihan atau mengembalikan waktu seperti sebelum tragedi terjadi.

Namun, kehadiran seseorang di tengah masa berkabung dapat menjadi pengingat bahwa keluarga korban tidak berjalan sendirian.

Hal itulah yang coba ditunjukkan GFB. Di tengah suasana duka, ia memilih hadir, menyapa keluarga, dan berbagi kesedihan.

Kepedulian tersebut juga telah ditunjukkannya sejak hari pertama tragedi. GFB tetap berada di samping Ketua Panitia Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu 2026, Lucky Sugeha, dalam menghadapi situasi berat pascakejadian.

GFB mendampingi Lucky menemui keluarga korban, menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf, sekaligus memastikan keluarga korban tetap mendapat perhatian.

Mendampingi Sahabat, Menghormati Proses Hukum

Dukungan GFB kepada Lucky Sugeha disebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral sebagai seorang sahabat.

Namun, pendampingan tersebut tetap dilakukan dengan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Bagi GFB, berada di sisi seorang sahabat yang sedang menghadapi persoalan tidak berarti mengesampingkan kepentingan korban maupun proses penanganan perkara.

Sebaliknya, ia berupaya agar dua hal dapat berjalan bersama: keluarga korban tetap mendapatkan perhatian dan dukungan, sementara sahabatnya tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.

Tragedi di lintasan Upai telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga. Bagi mereka yang kehilangan, waktu mungkin dapat berjalan, tetapi rasa kehilangan terhadap orang tercinta tidak serta-merta hilang.

Dalam situasi seperti itu, kehadiran, perhatian dan dukungan moril menjadi sesuatu yang berarti.

Bagi GFB, berbagi duka bukan hanya tentang memberikan santunan. Ada keluarga yang harus ditemui, ada kesedihan yang perlu ditemani, dan ada sahabat yang perlu dikuatkan.

Sebab, di tengah sebuah tragedi, terkadang yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi kehadiran seseorang yang bersedia duduk bersama dalam kesedihan dan berkata bahwa mereka tidak sendirian. ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.