Tiga Alasan Mengapa Anda Harus Peduli Politik

0 476

BERANDAKOTA- Sebagai orang yang hanya kebanyakan mengamati politik dari luar kotaknya, saya sering ditanya orang, “Mengapa anda tampak tak peduli dengan politik?”

Saya telah menghabiskan sekian tahun mempelajari filsafat, maka subjek tersebut (saya menyadari bahwa bagi sebagian orang), bukanlah subjek yang paling glamor. Dalam artian, politik bisa diperbincangkan oleh siapa pun dan di mana pun. Apakah dengan sifatnya yang demikian, politik menjadi perlu diabaikan?

Jika dilihat dalam kerangaka realismenya, politik tampak sangat penting dan menarik jika dan hanya jika kita menyadari fungsi dan wataknya dalam kehidupan masyarakat kita, sesinis apapun kita terhadap politik dan kepada mereka yang larut dalam kubangannya.

Meskipun di masa seperti sekarang ini iklim sinisme terus berlangsung–topik kontroversial dan perhatian media yang agresif menyerang salah satu kandidat–anda mestinya juga tahu, politik dan jaringannya akan menyentuh hal yang bahkan paling receh dalam kehidupan publik kita.

Sementara saya memahami mengapa beberapa orang mungkin bersikap acuh tak acuh terhadap subjek ini, saya ingin berbagi tiga alasan mengapa orang harus tertarik pada politik.

1) Politik memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan kita

Suka atau tidak, pemerintah memainkan peran besar dalam kehidupan keseharian kita, mulai dari jumlah pajak yang Anda bayarkan untuk nasi kuning anda, hingga jenis tupperware yang boleh Anda beli.

Sebab kita tahu, pemerintah memengaruhi sekian pilihan yang kita buat. Jadi mengapa tidak meluangkan waktu untuk memahami bagaimana prosesnya bekerja? Siapa yang membuat undang-undang ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap anda?

Dengan demikian, kesadaran ini dapat membantu Anda menentukan tindakan terbaik untuk diri sendiri dan keluarga Anda terkait berbagai masalah (dan sebagian besar sejatinya lebih penting daripada nasi kuning dan tupperware).

2) Pengetahuan tentang politik membantu Anda menjadi pemilih yang informatif

Fakta umum bahwa sebagian orang tidak memilih karena mereka tidak memiliki cukup pengetahuan tentang siapa yang akan mereka pilih. Maka milikilah rangkaian alasan beruntun ini–mengapa harus dia, yang penting bukan dia, aku memilihnya karena tahu dan mencintainya–adalah alasan rasional yang akan meringankan kaki kita menuju gerbang tempat pemungutan suara terdekat.

Di sisi lain, sebagian orang tidak memilih (golput) dengan alasan ideologis. Memang ini kuat secara argumentatif, namun kadang tidak akan menghasilkan apa-apa dan, tanpa disadari, berujung menelan pil pahit dari tidak menentukan pilihan kita. Perubahan sulit diraih di luar kotak realisme politik.

Bagi mereka yang memilih, saya percaya penting untuk pergi ke tempat pemungutan suara dengan membawa fakta. Baik Anda memberikan suara pada pemilihan presiden atau memberikan suara pada inisiatif pemungutan suara lokal, memiliki fakta membantu Anda membuat keputusan yang tepat tentang masalah tersebut.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa Anda perlu membaca setiap artikel atau surat kabar tentang suatu masalah atau menonton setiap wawancara televisi dengan seorang kandidat, tetapi melakukan beberapa penelitian independen dan sederhana dapat memberi Anda sedikit pencerahan bahwa Anda telah menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum memberikan suara.

3) Politik itu menghibur 

Meskipun mungkin tidak seasyik pergi bersama teman-teman Anda pada sabtu malam, politik bisa jadi sangat menyenangkan. 

Contoh bagusnya adalah pemilu dan masa tenangnya. Walau demikian yang kedua sering disorot rentan pelanggaran, detik-detik yang senyap menuju hari pemilihan mengundang harapan dan spekulasi yang menghibur. Apakah kandidat saya unggul dalam pemungutan suara tahun ini? Apa kesalahan terbaru mereka? Bayangkan, kesenangan ini hanya terjadi pada musim pemilihan. Namun, perdebatan sengit dengan teman dan keluarga tentang isu-isu politik yang sedang hangat dapat terjadi kapan saja! Juga, siapa yang tidak suka skandal politik yang bagus.

Dengan demikian, saya tidak berharap semua orang harus buru-buru menjadi ahli politik untuk mempertimbangkan ini. Namun, luangkanlah sedikit waktu untuk melihat dari celah kesibukan hidup dan mengamati apa yang terjadi di sekitar Anda, dengan catatan tidak kehilangan akal sehat dan teman terdekat. Sebab, hidup tidak melulu politik.

(Visited 36 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan