GFB dan Jendral Gold Berikan Santunan kepada Keluarga Korban Drag Race Kotamobagu

0 11

Berandakota Kotamobagu— Duka akibat tragedi Drag Race di Kotamobagu belum sepenuhnya reda. Rumah-rumah keluarga korban masih diselimuti suasana kehilangan. Di tengah kesedihan tersebut, kepedulian dari berbagai pihak terus berdatangan.

Pada Sabtu (15/8/2026), Gofal Fauzan Bonde (GFB) bersama tim Jendral Gold yang dikenal dengan Kelvin Tampongangoi dari Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menyambangi sejumlah keluarga korban.

Kunjungan tersebut bukan sekadar menyerahkan bantuan. Rombongan juga meluangkan waktu untuk duduk bersama keluarga korban, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan dukungan moril di tengah masa berduka.

Jendral Gold yang diwakili Ukam Muler hadir bersama GFB dari Doloduo, Bolaang Mongondow. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Sipatuo JR dan Reza Gold.

Santunan diberikan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Meski demikian, bagi rombongan, bantuan tersebut tentu tidak akan pernah sebanding dengan kehilangan yang dialami keluarga.

Tidak ada santunan yang mampu menggantikan seorang anak, orang tua, saudara maupun orang tercinta yang telah pergi. Namun, ada pesan yang ingin disampaikan melalui kehadiran mereka: keluarga korban tidak sendiri.

GFB mengatakan, kedatangan mereka merupakan bentuk kepedulian sekaligus rasa kemanusiaan terhadap keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat.

“Kami datang bukan karena merasa mampu menggantikan apa yang telah hilang. Tidak ada yang bisa menggantikan orang yang kita cintai. Kami hanya ingin hadir, berbagi sedikit dengan keluarga dan memberikan dukungan agar mereka tetap kuat,” ujar GFB.

Menurut pengusaha muda asal Bolaang Mongondow itu, dukungan moril sangat penting dalam situasi seperti ini. Keluarga korban membutuhkan orang-orang yang bersedia hadir, mendengarkan dan memberikan penguatan ketika rasa kehilangan masih begitu kuat.

Ia juga mengajak keluarga korban untuk terus mendoakan mereka yang telah berpulang maupun para korban yang masih menjalani perawatan.

“Kami ikut mendoakan semoga saudara-saudara kita yang telah berpulang mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Untuk korban yang masih menjalani perawatan, semoga diberikan kesembuhan dan kekuatan. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan,” katanya.

Hal senada disampaikan Ukam Muler yang mewakili Jendral Gold. Menurutnya, tragedi tersebut merupakan duka kemanusiaan yang dirasakan banyak orang. Karena itu, kepedulian terhadap keluarga korban diharapkan tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai tragedi mulai mereda.

“Kami dari tim Jendral Gold dari Ratatotok ingin keluarga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami datang untuk berbagi duka, memberikan sedikit bantuan dan yang paling penting mendoakan agar keluarga diberi kekuatan menghadapi semua ini,” ujar Ukam.

Ia berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga, meskipun nilainya tidak mungkin menggantikan kehilangan yang mereka alami.

Suasana haru pun terasa ketika rombongan bertemu dengan keluarga korban. Kenangan tentang orang-orang yang telah pergi kembali muncul. Nama-nama mereka masih disebut dalam doa, sementara sejumlah rumah kini terasa berbeda setelah tragedi tersebut merenggut orang-orang tercinta.

Di tengah suasana itu, rombongan tidak hanya menyerahkan bantuan. Mereka juga memberikan penguatan agar keluarga tetap tabah dan tidak merasa menghadapi kesedihan seorang diri.

Doa juga terus dipanjatkan bagi para korban yang masih menjalani perawatan. Harapannya, mereka diberikan kesembuhan, kekuatan dan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

Kunjungan GFB dan Jendral Gold menjadi bagian dari rangkaian solidaritas terhadap korban tragedi Drag Race Kotamobagu. Sebelumnya, sejumlah pihak juga telah mendatangi rumah duka maupun rumah sakit untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban serta keluarga.

Bagi keluarga korban, bantuan mungkin tidak akan menghapus air mata. Namun kehadiran orang-orang yang datang dengan niat tulus, duduk bersama, menggenggam tangan dan menyampaikan doa dapat menjadi sedikit penguat di tengah kehilangan yang begitu dalam.

Sebab ketika sebuah tragedi merenggut nyawa, yang tersisa bukan sekadar angka dalam laporan. Ada keluarga yang harus belajar menjalani hari tanpa sosok yang mereka cintai.

Dan di tengah duka tersebut, mungkin salah satu hal paling berarti bagi mereka adalah keyakinan bahwa mereka tidak ditinggalkan sendirian. ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.