Walikota Kotamobagu Hadiri Rona Budaya Sulut 2026 Semarakkan Keberagaman Seni dan Budaya
Berandakota Kotamobagu – Keragaman seni dan budaya Sulawesi Utara (Sulut) mewarnai pelaksanaan Rona Budaya Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Sabtu (19/12/2026).
Mengusung tema “Merayakan Warisan Budaya, Merawat Keberagaman, Menguatkan Identitas”, kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus bersama sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib.
Rona Budaya Sulawesi Utara menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkenalkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan kekayaan seni dan budaya yang tumbuh di berbagai daerah di Sulut.
Beragam kesenian dan budaya khas dari sejumlah kabupaten dan kota ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Berbagai pertunjukan itu menggambarkan kekayaan tradisi sekaligus identitas masyarakat Sulawesi Utara yang hidup dalam keberagaman.
Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, Rona Budaya Sulut 2026 juga diramaikan dengan pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Dekranasda.
Berbagai produk unggulan daerah turut dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga aneka hasil kreativitas masyarakat. Kehadiran UMKM dan Dekranasda memberikan ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat secara lebih luas.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama para kepala daerah yang hadir tampak menikmati rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kebudayaan dan keberagaman tersebut.
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib mengatakan, kehadiran Pemerintah Kota Kotamobagu dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah sekaligus pengembangan potensi ekonomi kreatif dan UMKM.
“Bagi Pemkot Kotamobagu, kebudayaan tidak hanya menjadi identitas daerah yang perlu dijaga, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Weny.
Menurutnya, pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas masyarakat agar warisan budaya tidak hanya tetap hidup, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus, jajaran Forkopimda, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan Deddy Abdul Hamid, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.***