Stafsus Menteri P2MI Dorong Kolaborasi Lintas Sektor: Bangun Ekosistem Pekerja Migran Profesional dari Sulut

0 148

Berandakota,Manado — Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap potensi besar Sulawesi Utara dalam mencetak tenaga kerja unggul yang siap bersaing di kancah global.

Hal ini ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik, Ilham Akbar Mustafa, saat bertemu dengan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (11/11/2025).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala BP3MI Sulut Syahrul Afriadi itu, Ilham menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem pekerja migran profesional yang kuat dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.

“Sulut punya potensi besar menyiapkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing global. Kuncinya ada di sinergi — mulai dari lembaga pendidikan, pemerintah daerah, hingga dunia industri,” ujar Ilham.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor dapat menjadi langkah strategis dalam membuka lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran, sekaligus berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Ilham menambahkan, langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dan Menteri P2MI, yang kini fokus tidak hanya pada kuantitas penempatan tenaga kerja luar negeri, tetapi juga pada peningkatan kualitas perlindungan dan kompetensi pekerja migran.

“Ke depan, program SMK Go Global akan menjadi salah satu terobosan strategis. Lulusan SMK akan disiapkan sebagai tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih maraknya pemberangkatan pekerja migran ilegal dan unprosedural ke sejumlah negara, termasuk Kamboja. Karena itu, menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta harus segera diwujudkan.

“Kita butuh membangun ekosistem pekerja migran dari hulu ke hilir, dengan pemerintah daerah sebagai payung koordinasi utama. Ini sudah menjadi urgensi yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Pertemuan tersebut menandai langkah awal penguatan koordinasi antara Kementerian P2MI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mewujudkan transformasi tenaga kerja migran yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing global. ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.