Mahasiswa KKN Tematik II UNG Sulap Tomat Jadi Camilan Rasa Kurma di Desa Bunggalo
Berandakota GORONTALO – Kreativitas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mahasiswa menghadirkan inovasi pengolahan tomat menjadi Tomat Rasa Kurma (Torakur) di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Senin (7/9/2026).
Inovasi tersebut memanfaatkan tomat yang selama ini menjadi salah satu komoditas dan sumber penghasilan masyarakat Desa Bunggalo. Melalui sentuhan pengolahan dan pengemasan yang inovatif, tomat tidak hanya dikonsumsi sebagai bahan pangan segar, tetapi diubah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Bunggalo, perangkat desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Pelaksanaan program turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Dr. Lisna Ahmad, S.TP., M.Si., Muhammad Isra, S.Pd., M.Si., dan Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP., M.Si.
Kepala Desa Bunggalo, Mohammad Jufri Bahua, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Setelah pembukaan, mahasiswa KKN memperkenalkan tahapan pengolahan tomat hingga menjadi produk Torakur, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pengemasan dan strategi pemasaran.
Koordinator Desa KKN, Mohammad Armansyah Maarud, mengatakan, program tersebut dirancang dengan melihat potensi komoditas yang telah tersedia dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Melalui pengolahan yang lebih inovatif, tomat tidak hanya dimanfaatkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki peluang ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan produk berbasis potensi lokal diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru.
Dalam praktiknya, mahasiswa memperkenalkan Torakur sebagai produk olahan tomat yang memiliki karakter rasa menyerupai kurma. Tak hanya sebatas proses produksi, masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai teknik pengemasan agar produk terlihat lebih menarik serta strategi pemasaran dengan memanfaatkan digital marketing.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga mengikuti proses pembuatan hingga pengemasan dengan penuh perhatian. Sejumlah peserta juga memberikan respons positif terhadap cita rasa Torakur yang dinilai unik karena mampu menghadirkan sensasi seperti kurma dengan bahan dasar tomat.
Bagi masyarakat, inovasi tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi camilan berbasis bahan baku lokal. Jika dikelola secara berkelanjutan, Torakur berpotensi menjadi salah satu produk usaha rumahan sekaligus alternatif pemanfaatan hasil tomat ketika produksi melimpah.
Para DPL, Dr. Lisna Ahmad, S.TP., M.Si., Muhammad Isra, S.Pd., M.Si., dan Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP., M.Si., turut memberikan dorongan kepada mahasiswa dan masyarakat agar potensi sumber daya lokal terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan.
Mereka menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk merupakan langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Karena itu, keberlanjutan program setelah mahasiswa menyelesaikan KKN menjadi bagian penting agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus diterapkan masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, DPL, Pemerintah Desa Bunggalo, PKK, Karang Taruna, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi dalam pengembangan produk lokal secara berkelanjutan.
Melalui inovasi Tomat Rasa Kurma (Torakur), mahasiswa KKN Tematik II UNG menunjukkan bahwa komoditas sederhana seperti tomat dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Program tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat Desa Bunggalo untuk mengoptimalkan potensi lokal, membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat desa. ***