Mahasiswa KKN Tematik II UNG Sulap Tomat Jadi Camilan Rasa Kurma di Desa Bunggalo

0 86

Berandakota GORONTALO –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan dan pengemasan Tomat Rasa Kurma (*Torakur*) di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Senin, 7 September 2026.

Program tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi tomat yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat lokal Desa Bunggalo. Melalui pengolahan yang inovatif, tomat tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini melibatkan Pemerintah Desa Bunggalo, perangkat desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, serta masyarakat Desa Bunggalo. Pelaksanaan program juga mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Dr. Lisna Ahmad, S.TP., M.Si., Muhammad Isra, S.Pd., M.Si., dan Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP., M.Si.

Kepala Desa Bunggalo, Mohammad Djufri Bahua, membuka kegiatan tersebut. Selanjutnya, masyarakat mengikuti proses pengenalan dan pengembangan produk olahan berbahan dasar tomat yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN.

Koordinator Desa KKN, Mohammad Armansyah Maaruf, mengatakan bahwa program pemberdayaan masyarakat tersebut dirancang dengan melihat potensi komoditas lokal yang tersedia di Desa Bunggalo.

“Melalui pengolahan yang lebih inovatif, tomat tidak hanya dimanfaatkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki peluang ekonomi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan Tomat Rasa Kurma (*Torakur*) sebagai salah satu alternatif produk olahan berbahan dasar tomat. Selain memperkenalkan proses pembuatannya, mahasiswa juga memberikan pengetahuan mengenai teknik pengemasan produk hingga strategi pemasaran melalui digital marketing.

Respons masyarakat terhadap produk *Torakur* cukup positif. Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan menilai bahwa produk tersebut memiliki cita rasa yang menarik dan menyerupai kurma, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai camilan berbasis bahan baku lokal.

Masyarakat juga menilai bahwa inovasi tersebut dapat menjadi alternatif pengolahan tomat sekaligus membuka peluang usaha baru apabila dikembangkan secara berkelanjutan. Antusiasme warga terlihat dari ketertarikan mereka terhadap proses pembuatan, pengemasan, hingga hasil akhir produk yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komoditas lokal, khususnya tomat, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Inovasi *Torakur* menjadi salah satu contoh pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif dan produktif.

Dalam penyampaiannya, para Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Lisna Ahmad, S.TP., M.Si., Muhammad Isra, S.Pd., M.Si., dan Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP., M.Si., memberikan dorongan kepada mahasiswa dan masyarakat agar potensi sumber daya lokal dapat terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan.

Menurut para DPL, kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya yang tersedia di desa. Oleh karena itu, keberlanjutan program setelah pelaksanaan KKN menjadi hal yang penting agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pendampingan dari para DPL juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program KKN untuk memastikan kegiatan pemberdayaan berjalan sesuai dengan tujuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Selain membuka peluang peningkatan nilai ekonomi, pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, Pemerintah Desa Bunggalo, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program yang telah dilaksanakan.

Melalui inovasi Tomat Rasa Kurma (*Torakur*), Desa Bunggalo diharapkan mampu mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan tomat ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menunjukkan bahwa potensi lokal desa dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus mendukung kemandirian pangan masyarakat secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.