Banjir-Tanah Longsor di Manado Menelan 6 Orang Korban

0 353

BERANDAKOTA- Bencana banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara, membawa korban jiwa. Hingga kini, jumlah korban sebanyak 6 orang yang meninggal dunia.

“Total ada enam orang keseluruhan yang meninggal sesuai titik-titik lokasi longsor kemarin,” tutur Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhri Noster Norbertus Sinaga , Minggu (17/1).

Baca juga: Juru Parkir Liar Di Jalan Kartini Ditertibkan Dishub Kotamobagu

Banjir dan tanah longsor ini terjadi imbas cuaca ekstrem di Manado dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik.

Kemarin, tanah longsor terjadi di beberapa daerah, yakni Kelurahan Paal IV Perkamil, Malalayang, Ranotana Weru, dan Kelurahan Kombos Timur.

Di Kelurahan Paal IV, seorang anggota Polsek Tikala atas nama Aiptu Kifni Kawulur (49) meninggal dunia tertimbun tanah longsor. Aiptu Kifini bertugas sebagai Babinkantibmas di Kelurahan Kairagi Weru dan Dendengan.

Di Kelurahan Perkamil, satu keluarga tewas setelah rumahnya tertimbun tanah longsor kemarin. Ketiga korban meninggal adalah Fanny Poluan (50), Arni Laurens (44), dan Chelsea (8).

Sedangkan di Jalan Sea, Kelurahan Malalayang Satu Barat Lingkungan 2, tanah longsor menerjang dua rumah dan mengakibatkan tiga orang tertimbun tanah longsor. Dua korban berhasil dievakuasi kemarin sore, yakni Kevin (40), dalam kondisi selamat, sedangkan Meyni Pondaag (62) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Satu korban lainnya atas nama San Hasan berhasil dievakuasi hari ini, Minggu (17/01/2021), dalam kondisi sudah meninggal dunia dalam posisi berusaha naik ke atas lantai dua dari bangunan yang runtuh tersebut.

Baca juga: Ngopi Di Beranda: Rudeboy Melampaui Satu Dekade

“Pada pukul 19.15 Wita atas kerja sama tim dibantu dengan alat berat, korban target satu orang sudah kita temukan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara sesuai dengan permintaan dari keluarga korban,” kata Sinaga.

Sinaga juga menjelaskan, anggota Basarnas Manado sudah diperintahkan mempersiapkan peralatan untuk mengantisipasi apabila terjadi banjir, pohon tumbang, atau tanah longsor.

“Kami siap menerima laporan-laporan masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya yang tertimbun longsor, call 115 atau 082187123778,” pungkasnya.(*red)

(detikcom)

(Visited 104 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan