Pemkab Boltim Bersama DPRD Lakukan Rapat Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

0 54

BERANDAKOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Bupati Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati (Wabup) Oskar Manopo, bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, menggelar rapat paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, dalam rangka memperingati HUT ke-76 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (16/08).

Kegiatan rapat paripurn istimewa tersebut dilaksanakan diaula rapat DPRD kabupaten setempat, yang diikuti oleh seluruh jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), para asisten Bupati, anggota DPRD, serta TNI Polri yang bertugas dilingkungan kepemerintahan daerah (Pemda) Boltim.

Yaitu diantaranya, Kapolres AKBP Irham Halid SIK, Asisten I Priyamos, Asisten II M.R Alung, PLT Kadis Komunikasi dan Informatika, Kadis Kesehatan Eko Marsidi, Kadis Lingkungan Hidup Djukri Tawil, PLT Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Dra. Herlina Damopilii, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Yusri Damopolii, Ketua Dewan Fuad Salim Landjar, Wakil Ketua Dewan Meidy Lensun, Sekertaris Dewan Ade Herli Mokoginta, serta anggota fraksi lainya.

Dalam pidato Presiden yang dilangsungkan melalui video conference (Vidcon) tersebut, ia memberikan motivasi kapada seluruh kepala daerah, kabupaten maupun kota, dalam menghadapi krisis akibat pandemi Virus Disease Covid-19, lewat filosopi sejarah perjalanan Negara Indonesia didalam memperjuangkan kemerdekaannya, yang bukanlah semata-mata hanya pemberian semata. Namun, merupakan buah dari kegigihan dan keberanian dalam memperjuangkan kemerdekaan itu sendiri.

“Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat. Alhamdulillah kita berhasil melampauinya. Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan. Perang rakyat, perang gerilya, dan diplomasi di semua lini dikerahkan, dan buahnya membuat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka”, katanya.

Krisis pandemi yang sedang dirasakan sekarang, tidak jauh berbeda dengan krisis yang datang setelah Negara kita ini merdeka, telah pula sanggup dihadapi.  Karena, menurut Presiden, setiap ujian yang datang tersebutlah, yang nantinya akan mengajari kita serta membawa perubahan untuk kedepannya.

“Resesi dan krisis yang datang bertubi-tubi dalam perjalanan setelah Indonesia merdeka, juga berhasil kita lampaui. Setiap ujian memperkokoh fondasi sosial, fondasi politik, dan fondasi ekonomi bangsa Indonesia. Setiap etape memberikan pembelajaran dan sekaligus juga membawa perbaikan dalam kehidupan kita”, terangnya.

Presiden juga bertutur, bahwa bukti dari kegigihan kita akan ujian didalam menghadapi pendemi covid-19 saat ini, telah pula tercermin. Dimana cara-cara baru dalam membangun normalitas, melalui penerapan protokol kesehatan, bekerja dari rumah, pendidikan jarak jauh, hingga kegiatan Pemerintahan yang dilaksakan secara daring, merupakan suatu bentuk cerminan kegigihan dan keberanian bersama yang telah berhasil kita tanamkan saat ini.

“Pandemi Covid-19 telah memacu kita untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan. Kita dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini. Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu. Bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu”, tuturnya.

Keberanian kita untuk melakukanlah yang telah menciptakan bentuk berubahan baru dalam moralitas tersebut. Dari hal yang tadinya kita anggap tabu, kini merupakan fondasi awal untuk membangun Negara kita, menjadi lebih maju.

“Di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju”, sambung Presiden.

Presiden Republik Indonesia pula memaparkan, bahwa moralitas yang baru tersebut, telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Hal tersebut membuat sektor kesehatan semakin meningkat. Tentu saja, hal ini meruapakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat, didalam pengembangan SDM.

“Hal ini membuat kapasitas sektor kesehatan meningkat pesat, dan semakin mampu menghadapi ketidakpastian yang

tinggi dalam pandemi. Dari sisi masyarakat, kesadaran terhadap kesehatan semakin tinggi. Kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, telah menjadi kesadaran baru. Gaya hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, berolah raga, dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, terasa semakin membudaya. Hal ini, merupakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat, dan dalam pengembangan SDM yang berkualitas”, papar Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi pula mengingatkan, bahwa pandemi covid-19 saat ini, telah mengajari kita untuk saling peduli terhadap sesama umat Manusia, karena penderitaan seseorang akan menjadi derita bersama. Dirinya pun mengajak, agar tetap memgang teguh nilai Bhineka Tungal Ika (Berbeda-beda namun tetap satu) serta Pancasila yang menjadi lambang Negara tercinta kita ini.

“Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, Pandemi telah mengingatkan kepada kita untuk peduli kepada sesama. Penyakit yang diderita oleh seseorang akan menjadi penyakit bagi semuanya. Penyelesaian pribadi tidak akan pernah menjadi solusi. Penyelesaian bersama menjadi satu-satunya cara. Dengan budaya yang selalu saling peduli dan saling berbagi, masalah yang berat ini bisa lebih mudah terselesaikan. Mari kita pegang teguh nilai-nilai toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong, dan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”, ingatnya.

Sambung Presiden,”Kita lewati ujian pandemi dan ujian-ujian lain setelah ini, dengan usaha yang teguh, disertai dengan doa pengharapan yang tulus. Kita jaga kesehatan kita, disiplinkan diri dalam protokol kesehatan, serta saling menjaga dan saling membantu”, tandas Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.