Banjir Kembali Melanda Motongkad Utara, Janji Balai Sungai Dipertanyakan

0 54

BERANDAKOTA – Bencana banjir bandang kembali melanda Desa Motongkad utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akibat meluapnya air sungai lonsiow yang dibawa naungan Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara (BWSS 1).

Sebelumnya banjir sudah terjadi di Desa tersebut pada beberapa waktu lalu hingga menghanyutkan satu rumah warga.

Hari ini banjir kembali terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi, badan sungai yang kecil dan dangkal, kemudian robohnya tanggul sehingga terjadi lagi bencana alam, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS I) Ir. I Komang Sudana, pernah berkunjung di Kabupaten Boltim untuk meninjau lokasi sungai Lonsiow Desa Motongkad pada Rabu (06/04/2022).

Dalam kunjungan tersebut Kepala Balai Komang Sudana melakukan survei untuk kemudian menyampaikan janji untuk membangun bronjong penguatan tanggul, menyusul pembuatan talud.

Hingga kembali terjadi banjir sampai saat ini proyek pun belum dikerjakan oleh Balai Sungai Wilayah Sulut. Padahal pihak Pemerintah Kabupaten Boltim sudah memaksimalkan kebutuhan pembangunan proyek tersebut.

Menurut Staf Balai Sungai Wilayah Sulut, Hari Sanali mengatakan, perbaikan tanggul masih terkendala dari surat hiba lahan untuk perluasan sungai sampai sekarang belum diterima oleh pihak Balai, kemudian untuk beronjong penguatan tanggul sampai sekarang Dinas PU Kabupaten Boltim belum mengambilnya di Kantor Balai.

“Jadi, kendalanya di dua persoalan itu. Yang pasti besok PPK dari Balai Sungai akan turun ke lokasi untuk meninjau lagi,” kata Hari.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Haris Pratama Sumanta mengatakan, Pemkab Boltim, selalu berkordinasi dengan pihak Balai Sungai Wilayah Sulut terkait proyek pembuatan tanggul di Desa Motongkad.

“Kita selalu berkordinasi, termasuk pengurusan hibah tanah yang dibutuhkan pihak Balai pun sudah kita urus. Tinggal pihak balai yang ditunggu kapan mulai mengerjakan proyek itu,” kata Haris, Senin (16/05).

“Jadi kenapa bronjong belum di ambil, karena belum ada pekerjaan yang di lakukan balai sungai. Harus ada perluasan sungai dulu baru bronjong kami ambil, takutnya apabila belum ada pekerjaan perluasan sungai lalu bronjong kami ambil, ini berpeluang hilang dan kami tidak mau di salahkan apabila bronjong ini hilang, jadi kalau sudah mulai kerja, kami pun langsuang jemput bronjong itu,” ujarnya. (*/Abax)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.