BPBD Kotamobagu Gelar Diskusi Publik, Susun Rencana Penanggulangan Bencana
Berandakota Kotamobagu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu menggelar Diskusi Publik dalam rangka penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Kotamobagu, Selasa ( 16/09).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat perencanaan penanggulangan bencana secara terpadu, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Penyusunan dokumen RPB diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam menentukan langkah-langkah penanggulangan bencana, mulai dari upaya pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan serta pemulihan pascabencana.
Kepala BPBD Kota Kotamobagu, Asriyanti, S.T., M.M., mengatakan penyusunan dokumen tersebut penting untuk memastikan penanggulangan bencana di daerah dilakukan secara terencana dan sesuai dengan kondisi serta potensi risiko bencana yang ada.
“Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah. Kita ingin seluruh potensi dan risiko bencana dapat dipetakan dengan baik, sehingga langkah penanganannya dapat dilakukan secara lebih terarah dan terkoordinasi,” ujar Asriyanti.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh sektor, termasuk pemerintah, instansi terkait, dunia usaha, komunitas serta masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan. Karena ketika terjadi bencana, penanganannya tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan koordinasi dan peran bersama agar respons terhadap bencana dapat berjalan cepat dan tepat,” katanya.
Asriyanti juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Menurutnya, masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.
Hal tersebut sejalan dengan berbagai langkah BPBD Kotamobagu dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan dan respons cepat. Pada 2026, BPBD Kotamobagu juga terus mengembangkan koordinasi lintas sektor melalui MOGUMAN sebagai sarana penyampaian informasi dan respons terhadap kejadian bencana. ***