Dinaspersip Harus Pro Aktif Mengembangkan Literasi

0 109


BerandaKota— Kota-Kotamobagu sebagai rolle model di kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR) seharusnya menjadi barometer disegala sektor.

Mengusung slogan kota model jasa. pengembangan dunia literasi di Kotamobagu merupakan salah satu aspek paling vital dalam menunjang ketersedian Sumber Daya Manusia (SDM) demi menopang pembangunan dan ekonomi di daerah yang dimekarkan sejak tahun 2007 silam.

Instansi paling bertanggung jawab dalam mengembangkan literasi adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinaspersip). sebagai dinas terkait, pembenahan pengelolaan perpustkaan umum harus segera dilakukan guna merangsang minat baca di Kotamobagu yang dianggap masih sangat rendah.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinaspersip) diharapkan harus cepat mengevaluasi pengelolaan perpustakaan. Mulai dari ketersediaan buku baru,fasilitas sarana pendukung seperti wifi,tempat duduk yang nyaman. Kausanya, Perpustakaan Umum mempunyai peran sangat strategis dalam meningkatkantaraf hidup masyarakat.

“Harus ada Inovasi, saya melihat dan kerap berkunjung ke Dinas Arsip dan Perpustakaan hanya begitu saja. Jika terjadi perubahan, ya, tidak terlalu signifikan,” Kata salah satu pegiat literasi, David Hasanudin.

Dia menilai, Perpustakaan daerah di Kotamobagu jika dibandingkan dengan daerah lain masih sangat minim konsep, dan kurang relevan mengairahkan masyarakat akan kesadaran membaca.

“Jika saya bandingkan dengan perpustakaan dibeberapa daerah seperti Bolmut. Dinas Perpustakaan terkesan tidak terlalu pro aktif dalam meransang minat baca bagi masyarakat, itu-itu saja,” ujar David salah satu pengagas Kintal baca.

Kedepan menurut David, Dinaspersip Kotamobagu harus menciptakan program baru dan berkolaborasi dengan Komunitas Literasi,Pustakawan dan Forum Taman Bacaan Masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah melalui Dinaspersip dan Komunitas literasi harus dibangun. ini kekuatan yg harus dikombinasikan dalam mewujudkan tujuan yang sama,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kersipan, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Bahan Pustaka, Resty Damopolii S.Hut saat dimintai tanggapannya mengatakan, mereka terus melakukan pembenahan disemua fasilitas perpustakaan. Agar para pengunjung merasa nyaman dan berlama-lama membaca di perpustakaan kami.

“Dulu meminjam buku disini (Dinaspersip,red), hanya bermodalkan KTP sudah bisa membawa pulang buku. Tapi sekarang berbeda, pengunjung harus menjadi member dan mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA),” ungkap Resti.

Resti tak menapik, merangsang para pembaca tak semudah membolak-balikan telapak tangan. Dirinya meminta agar masyarakat turut berpartisipasi. dalam mengkampanyekan gerakan literasi di Kotamobagu.“Selain pemerintah, semua elemen masyarakat harus terlibat,” ujarnya. (EsGeEm)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan