Suku Baduy Nol Kasus Corona Selama Hampir Setahun Pandemi

0 188

BERANDAKOTA-Tenaga kesehatan Pemerintah Kabupaten Lebak, menyatakan belum ada satu kasus pun di masyarakat adat Baduy yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Disebutkan bahwa masyarakat Baduy di pedalaman Lebak, Banten, terbebas dari Covid-19 karena disiplin dan tidak pernah keluar daerah.

“Kami mengapresiasi warga Baduy dapat mengendalikan Covid-19 itu,” kata Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Iton Rustandi di Lebak, Rabu (20/1).

Masyarakat Baduy lebih mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus corona.

Baca juga: Pemkot Sediakan 52 Ton Cadangan Beras

Para tetua adat setempat pun selalu mengimbau masyarakat Baduy tidak boleh ke luar daerah seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor di mana menjadi daerah penyebaran Covid-19.

Selama ini, kata dia, aktivitas masyarakat Baduy lebih banyak di rumah dan ladang-ladang untuk mengembangkan pertanian.

“Kami juga mengoptimalkan edukasi tentang bahaya Covid-19 agar warga Baduy mengetahui penyebaran penyakit yang mematikan itu,” katanya menjelaskan.

Iton berkata Puskemas terus mengendalikan pandemi Covid-19 dengan membagikan ribuan masker ke permukiman masyarakat Baduy, serta melakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu Puskesmas mendirikan wastafel di sepanjang pintu gerbang memasuki kawasan permukiman Baduy, diperuntukkan agar pengunjung mencuci tangan sebelum masuk kawasan permukiman.

Selama ini, kata dia, aktivitas masyarakat Baduy lebih banyak di rumah dan ladang-ladang untuk mengembangkan pertanian.

“Kami juga mengoptimalkan edukasi tentang bahaya Covid-19 agar warga Baduy mengetahui penyebaran penyakit yang mematikan itu,” katanya menjelaskan.

Iton berkata Puskemas terus mengendalikan pandemi Covid-19 dengan membagikan ribuan masker ke permukiman masyarakat Baduy, serta melakukan penyemprotan disinfektan.

Selain itu Puskesmas mendirikan wastafel di sepanjang pintu gerbang memasuki kawasan permukiman Baduy, diperuntukkan agar pengunjung mencuci tangan sebelum masuk kawasan permukiman.

Saat ini, kata dia, di wilayah kerjanya melayani enam desa di antaranya Kanekes, Bojongmenteng, Nayagati dan Cisimeut Raya.

Baca juga: Antroposentrisme Dalam Pusaran Bencana Alam

Jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah kerjanya tercatat sebanyak tiga orang, namun dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

“Kasus Covid-19 yang meninggal dunia itu diduga tertular di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena mereka kerapkali berobat,” katanya.

Sementara itu, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Jaro Saija mengatakan masyarakat suku Baduy harus berada di wilayahnya dan tidak boleh ke luar daerah guna mencegah penyebaran Covid-19.

Begitu juga warga Baduy yang merantau diminta untuk pulang dan sebelum masuk permukiman adat terlebih dahulu menjalani pengecekan kesehatan di Puskesmas setempat.

“Kami menjamin pemukiman Baduy terbebas Covid-19 dan penjagaan diberlakukan dengan ketat dan pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Baduy dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya menjelaskan.

Kemarin, ada puluhan warga Baduy menggelar selamatan kampung dalam rangka mencegah bencana seperti  pandemi Covid-19.

“Kita berharap selamatan kampung ini meminta kepada Yang Maha Kuasa diberikan keberkahan,” kata Juhedi (55), seorang warga Baduy di Lebak.

Selamatan kampung itu digelar Rabu malam tepat di Kampung Kadu Ketug III Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Acara tersebut dihadiri para tetua adat dan tokoh serta warga setempat. (*red)

Sumber: cnnindonesia.com

(Visited 61 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan