Tentang Pelaku Bom Katedral: Warga Makassar Baiat Kelompok ISIS

0 122

BERANDAKOTA–Polri berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan para pelaku diduga merupakan jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tadi malam.

Seperti diketahui, JAD merupakan kelompok teroris yang berafiliasi langsung (baiat) dengan ISIS. Mereka adalah kelompok yang terlibat pada sejumlah aksi teror beberapa tahun terakhir, seperti bom di Surabaya pada 2018 dan penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) kala itu, Wiranto.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E. Zulfan mengatakan laki-laki yang merupakan pelaku pengeboman Katedral itu merupakan warga yang sehari-hari tinggal di wilayah Makassar.

“Pelaku sudah kami identifikasi kemarin. Yang bersangkutan ini benar warga dari Sulawesi Selatan, Makassar,” kata Zulfan.

Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait aktivitas para pelaku di wilayah Makassar, termasuk pekerjaan yang mereka dilakukan. Belum diketahui secara pasti juga mengenai hubungan antara pelaku laki-laki dan perempuan yang meledakkan diri di depan gereja tersebut.

“(Pekerjaan sehari-hari) masih kami lakukan pendalaman,” tambah dia.

Zulfan hanya memastikan bahwa para pelaku terlibat dalam insiden pengeboman di sebuah gereja di Jolo, Filipina. Diketahui, aksi bom bunuh diri itu terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Sulu, pada 27 Januari 2019.

Penyelidikan kepolisian Filipina menginformasikan ada dua ledakan sejenis yang terjadi pada 27 Januari lalu. Insiden tersebut menewaskan 23 orang yang mayoritas adalah jemaat gereja, serta melukai 102 orang lainnya.

Pada awal Januari 2021 lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah melakukan serangkaian penangkapan terduga teroris di wilayah Makassar. Dalam penangkapan itu polisi menembak mati dua orang teroris yang merupakan fasilitator buron Andi Baso, yakni pengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu dan bom Jolo.

(*red)

Sumber: cnnindonesia.com

 

(Visited 48 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan