Kau Yang Asing

0 304
BERANDAKOTA—Kau adalah orang asing yang kandas di pinggir kota. Tak ada kabar. Tak diketahui kapan dan bagaimana dunia melipatmu menjadi pesawat kertas yang miring.
Andai seperti piring yang rela dicuci berkali-kali. Cinta, katamu, tak perlu masuk akal untuk ditangisi.
Setiap mata kelak akan terlatih, setiap kaki akan bernyanyi. Embun yang pergi; hidangan makan malam tanpa kursi; dan gelas yang berisi puisi Charles Bukowski.
Harapan adalah kesalahpahaman mengapa kematian duduk di ujung tangga tanpa jam tangan.
Tapi kau masih menginginkan bulan menjadi lampu kamar; malam adalah milikmu; kesepian adalah pekerjaan rumahmu. Seorang ayah tahu setiap punggung akan kelebihan beban. Negara menghitungnya warga yang baik, anak perempuan menghitungnya pelukan.
Aku pernah mengintipmu sedang mengibas kemalangan di lengan bajumu. Kau menyisakan beberapa untuk dirimu sendiri. Entah sebagai catatan sebelum tidur atau sebagai ingatan orang lain jika kau kelak tak ada.
Di lain saat, ketika kau mandi, kisah-kisah itu bertumpuk di tubuhmu dan menyerah di handuk kesayanganmu.

 

Penulis: Suhendra Manggopa 
(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan