Pencarian Kategori: "Esai"

Esai

Filsafat Ilmu dan Moderasi Beragama

BERANDAKOTA-Moderasi beragama telah menjadi trend dalam dinamika kehidupan beragama. Salah satu pemicunya adalah adanya sikap dari kelompok-kelompok agama tertentu yang cenderung pada  kekerasan. Berikut respon dari berbagai kalangan,…

Politik Identitas (Bagian Dua)

BERANDAKOTA—Politik identitas secara teoritik berangkat dari asumsi bahwa kekuatan arus utama menggeser kekuataan minoritas. Di sini, kita membayangkannya sebagai pertarungan antar kekuatan politik yang biasanya berbasis suku, agama,…

Satu-satunya Tugas Dalam Hidupmu

BERANDAKOTA—Tentu saja aku tahu bahwa pada diri makhluk-makhluk kelas atas ada semacam 'snobisme spiritual' yang membuat mereka tidak percaya bahwa orang butuh uang untuk bahagia. Itu konyol, itu keliru, dan, sampai taraf tertentu, itu…

Indonesia Maju? Pendidikan di Bolmong Belum

BERANDAKOTA- PELUH membasahi kameja batik milik Rentje Winokan. Wajahnya letih. Gurat - gurat ketuaan memenuhi bagian pipi dekat mulutnya. Kepala Sekolah SMP Satap Negeri Pomoman ini baru saja keliling kampung untuk berkunjung ke rumah…

Politik Identitas (Bagian Satu)

BERANDAKOTA—Burhanudin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, pernah mengatakan begini sejak panas-panasnya Pilpres 2019: "Politik identitas menjadi winning template yang biasanya dikawin-kawinkan dengan strategi post…

Menemukan Diriku di Antara Kiri dan Kanan

BERANDAKOTA—Saya terpikir untuk menulis ini setelah sebelumnya mengunggah ucapan selamat ulang tahun kepada seorang filsuf Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Saya menulis caption seperti ini dalam unggahan tersebut “HBD uncle, thank you…

Bahaya Laten Berpikir Hitam-Putih

BERANDAKOTA—"Konon datang nabi baru di abad-21 ini, yakni manusia yang mengaku terpilih lengkap dengan kitab suci. Alasan ia diutus demi meluruskan sekelompok manusia sesat karena tenggelam dalam teknologi ketimbang agama.  Nabi ini…

Kafka dan Surat-surat Boneka

BERANDAKOTA—Franz Kafka (1883-1924) sakit. Sakit parah. Dia menjalani tahun terakhir hidupnya sebelum tuberkulosis membunuhnya. Saat itu, Kafka yang tak pernah menikah dan memiliki anak, sedang berjalan melewati taman di Berlin. Ia…